Serial TV : Lie To Me OR The Mentalist ???

the mentalist

1. The Mentalist

Merupakan serial televisi karya Bruno Heller. Serial ini bercerita tentang seorang konsultan bernama Patrick Jane yang membantu CBI (California Bureau of Investigation) dalam penyelidikan kasus-kasus pembunuhan.

Dengan karakter yang sangat kuat, tokoh utamanya si Patrick Jane punya kepribadian unik yang cenderung nyeleneh. Sering bicara apa adanya dan malah suka ketawa ketiwi sendiri kalau ngeliat kelakuan aneh atau ungkapan bohong dari orang yang diinterogasi. Makanya orang-orang di sekitar dia kerap dibuat jengkel dengan kelakuan Jane ini. sedikit arogan tapi ramah, cerdik tapi santai, dengan kemampuannya sebagai mantan cenayang (kalo di indonesia sih dukun). Membuat setiap penyelesaian kasus kriminal lebih menyenangkan untuk disimak. Dengan kekuatan mental dan kecerdikannya membuat hati penonton terpana ketika menyadari kepintarannya adalah hal sepele. Hal sepele yang tak pernah terpikirkan bagi kita.

Serial ini pasti akan diminati oleh kalangan umum,  penggemar cerita misteri atau detektif , penggemar magic/mentalism, orang yang suka dengan kecerdikan/kecerdasan berpikir. yah pasti cocok buat anda juga 😀

Menggabungkan dua dimensi antara seorang investigator kriminal dan kecerdasan seorang pesulap. Cukup layak memang untuk menghabiskan sedikit waktu kita. 😀

untuk nonton atau download The Mentalist klik disini

selanjutnya ….

2. LieTo Me

lie to meTim Roth sebagai Dr Cal Lightman, seorang psikolog brilian dengan keahliannya di bidang bahasa tubuh, terutama microexpressions, dan pendiri Grup Lightman, sebuah perusahaan swasta yang beroperasi sebagai kontraktor independen untuk membantu investigasi penegakan hukum lokal dan federal melalui psikologi terapan.

Serial ini sama-sama memecahkan kasus seperti the mentalist diatas. Bedanya Lie To Me lebih menonjol pada materi untuk mendeteksi kebohongan, kebanyakan melalui micro expression dan bahasa tubuh. Karena lebih banyak materi mungkin pembawaan filmnya terasa lebih berat dan padat. Jadi serial ini cocok unutk yang menginginkan materi. Pasalnya disetiap film selalu disuguhkan materi-materi mengenai psikologi dan cara mendeteksi kebohongan.

Conclusion is …

menurut saya The mentalist lebih asyik untuk ditonton karena pembawaan Patrick yang sulit untuk dideskripsikan kecuali anda menontonnya sendiri… 😀

Lie to me juga bagus terutama untuk anda yang menonton untuk belajar sebagai Lie Detector, atau body language tapi malas baca buku. Film ini bisa anda coba sebagai pengganti buku yang membosankan 😀

Ok… have fun and enjoy them

NB: untuk selanjutnya mungkin akan di post pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari Lie To Me

Iklan
Serial TV : Lie To Me OR The Mentalist ???

6 pemikiran pada “Serial TV : Lie To Me OR The Mentalist ???

  1. Jo berkata:

    Saya pribadi kurang suka nonton The Mentalist meski sebetulnya karakter utama dalam serial ini menurut saya asik banget. Yang bikin males nonton itu karena anti-klimaksnya *terlalu* sering jauh dari dugaan saya. Hahaha… Kalo nonton serial crime, saya kan suka ikut-ikut berusaha memecahkan misteri yang disajikan. Tapi selalu saja teori dan dugaan-dugaan saya salah kalo di Mentalist. Jelas ini karena sempitnya pengetahuan tapi berhubung nonton itu buat saya sekedar hiburan, mending saya nonton serial lain yang lebih ‘mengharagai’ saya sebagai penonton yang merasa pintar (wkwkwk!), dengan ending yang nggak jauh-jauh dari perkiraan saya. Hohoho…

    Lie To Me kayaknya menarik buangeddd… tapi kok nggak pernah nemu ya di TV saya? Tayang di mana? Halah…Google aja kali ya…Hehe…

    1. haha .. iya ngerti aku kak, emang pnegarangnya the mentalist suka sekali improvisasi, apalagi kalo menanamkan (mungkin lebih tepatnya menjerumuskan) ide yang salah ke penonton, jadi tebakan penonton banyak salahnya, emang harus pakai logika ganda ataupun lebih. selain bermain dengan cerita kita juga harus bermain dengan pengarangnya.hehe … Lie to me kalo aku sih nontonnya download kak… lie to me bagus buat pengetahuan mungkin gak terlalu di ribetkan di faktor cerita. karena filmnya lebih menekankan pada bahasa tubuh … aku sih anak kosan kak jadi g nemu kalo liat di TV ( lha emang TVnya aja gk punya) haha

  2. yayat berkata:

    terlepas dr suka tidak suka yg menjadi hak masing2 pribadi. Dua film tsb banyak memberikan hal positif. ada pembelajaran dan penambahan pengetahuan bahwa hal2 yg tidak umum dan dianggap nyeleneh atau g lumrah dan di posisikan negatif punya peran positif dalam kehidupan manusia. Ada juga pembelajaran bgmn sebuah film bergenre ngobrol ditampilkan tidak membosankan. gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s