Karl Marx dan Kapitalisme

karl-marx

Filsuf  hanya menaFsirkan dunia, tetapi tujuan sesungguhnya adalah mengubah dunia

(Marx)

Karena belum sempat untuk menulis artikel sendiri, maka kali ini saya hanya menshare ulang artikel dari :

http://bebasilmuakal.blogspot.co.id/2012/05/kritik-marx-terhadap-kapitalisme.html 

Yak kali ini membahas tentang filsafat, terutama filsafat marx. karena kebetulan tadi malem saya sendiri sempat membaca tentang marx dan sedikit tertarik dengannya. dan inilah sedikit gambaran tentang marx dan kapitalisme :

Setelah kapitalisme Adam Smith dikritik (dan dibangun) oleh Ricardo, Malthus, dan Mill, muncul lagi pengkritik yang lebih serius, yakni  Karl Marx.

Siapa Marx?

Dia adalah filsuf Jerman yang menuliskan kritik mendasar terhadap Kapitalisme. Jika Ricardo dan Maltus menaburkan benih keraguan terhadap pemikiran Smith, Marx (1818-1883) menghancurkan ikatan kapitalisme dan mengoyak-ngoyak dasar-dasar system kebebasan natural Adam Smith. Sistem komersial kapitalis yang semula dilihat sebagai system yang “tak bersalah” (Montesque), “saling menguntungkan” (Smith), atay “harmonis secara alamiah” (Say dan Bastiat), di bawah pemikiran Marz, system itu dilihat sebagai system yang asing, menindas, dan akan hancur sendiri.

Seorang Marxis, John E Roemer, menyatakan perbedaan utama antara Smith dan Marx dalam pernyataan berikut ini:

“Smith mengatakan bahwa usaha mengejar kepentingan diri yang dilakukan individu akan menguntungkan semua orang, sedangkan Marx mengatakan bahwa mengejar kepentingan diri akan mengakibatkan anarki, krisis, dan hancurnya system berbasis hak milik itu sendiri… Smith berbicara tentang “tangan gaib” yang membimbing agen kepentingan diri individual untuk melakukan tindakan yang akan oprimal secara sosial, meskipun mereka sendiri tidak begitu peduli pada akibat dari tindakan itu; sedangkan Marx berbicara mengenai “tangan besi kompetisi” yang menghencurkan buruh dan membuat keadaan mereka bertambah buruk ketimbang jika mereka berada di dalam system lainnya, yakni system yang didasarkan pada hak milik sosial” (Roemer, 1988: 2-3).

Siapa filsuf Jerman ini?

Karl Heinrich Marx lahir pada 5 Mei 1818 di kota Trier, Provinsi Rhine, Prussia. Trier adalah kota tertua di Jerman.

Sejak buaian sampai liang lahat, hidup Marx penuh kontradiksi.

Dia menentang borjuis picik, tetapi dia dibesarkan dalam keluarga borjuis. Dia menjalani kehidupan dewasanya dalam kemiskinan selama bertahun-tahun, tetapi dia dilahirkan dalam keluarga yang cukup kaya. Dia memuji teknologi kaptalisme dan kemajuan material, tetapi dia mengutuk masyarakat kapitalis. Dia sangat bersimpati pada  pekerja, tetapi dia sendiri tak pernah punya kerja tetap atau mengunjungi pabrik selama kehidupan dewasanya. Sampai-sampai ibunya mengeluh, “mudah-mudahan Marx bisa menghasilkan capital daripada sekadar menulis tentang capital” (Padover, 1978: 344)

Marx bersifat anti-smith tetapi dia sebenarnya keturunan Yahudi dari kedua belah pihak keluarganya. Dia menyukai anak-anaknya tetapi dia juga menyaksikan anak-anaknya mati premature karena kurang gizi dan sakit atau karena terpaksa bunuh diri. Marx melancarkan protes terhadap  kejahatan eksploitas dalam system kapitalis, namun (menurut penulis biografinya)”dia mengeksploitasi semua orang di sekelilingnya –istrinya, anaknya, pelayannya, dan kawan-kawannya—dengan kasar dan ini sangat mengerikan karena dilakukan dengan sengaja dan penuh perhitungan. (Payne, 1968: 12).

Ringkasnya Marx menjelaskan tentang kontradiksi internal dalam system kapitalisme, tetapi dia sendiri juga penuh kontradiksi di dalam dirinya.

Memahami Dialektika Marx

Dalam Capital yang dIpublikasikan pada 1867, Karl Marx memperkenalkan model alternatif untuk ekonomi klasik Adam Smith. Sistem ini dimaksudkan untuk menunjukkan secara “ilmiah” bahwa system kapitalisme mengandung cacat fatal, yakni hanya menguntungkan pemilik modal (kapitalis) dan bisnis besar dengan mengeksploitasi buruh, dan kapitalisme akan mengalami krisis yang pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.

Mari kita pelajari apa maunya Karl Marx

Marx sangat dipengaruhi oleh George Wilhelm Hegel (1770-1831) dalam mengembangkan proses dterminisme ekonominya. Tesis dasar Hegel adalah “kontradiksi (di alam) adalah akar dari semua gerak dan kehidupan”. Hegel mendeskripsikan kontradiksi ini  dalam istilah dialektika, kekuatan yang saling bertentangan yang pada akhirnya melahirkan kekuatan baru. “Tesis” yang mapan akan menimbulkan “antithesis” sebagai lawannya, yang pada gilirannya akan menciptakan “sintesis” baru. Sintesis baru ini menjadi “tesis” da prosesnya akan dimulai lagi dari awal di sepenjang perjalanan peradaban.

Marx kemudian menerapkan model dialektika ini untuk pandangannya tentang sejarah yang bersifat deterministik.

Menurut teori ini, perbudakan dilihat sebagai alat utama dari produksi atau tesis pada zaman Yunai Romawi kuno. Feodalisme menjadi antithesis utama di abad pertengahan. Sintesisnya menjadi kapitalisme yang akan menjadi tesis baru setelah pencerahan. Tetapi kapitalisme menghadapi antitesisnya sendiri –ancaman dari sosialisme. PAda akhirnya, pertentangan ini akan menghasilkan system produksi tertinggi, yakni komunisme.

Pada titik ini Marx adalah seorang optimis, dia sangat percaya bahwa semua sejarah akan mengarah ke bentuk masyarakat yang lebih tinggi, yang berpuncak pada komunisme.

Mari kita lihat apa yang dituliskan Marx pada buku Manifesto Komunis. Marx menyatakan bahwa kapitalisme merupakan sintesis dari era perbudakan dan feodalisme, sebagai sintesis kapitalisme tentu memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tesis dan antitesisnya. Marx menuliskan beberapa perbandingan antara tesis-antitesis dan sinetsisnya:

–          Di bawah kapitalisme, kekuasaan bebas setiap pribadi atas hak milik bisa berkembang, berbeda dengan pada saat feodalisme yang hanya member kebebasan memiliki pada kaum ningrat

–          Pekerjaan, mesti sikapnya upahan, menjadi bebas (tanpa kerja paksa), seperti diberlakukan pada zaman sebelumnya

–          Di zaman feudal, produksi hanya demi konsumsi (misalnya asal rakyat sudah member upeti cukup buat kaum ningrat maka tak ada gunanya lagi berproduksi), di bawah kapitalisme, produksi barang dagangan mencapai kemajuan besar dan bersifat universal, karena produksi diadakan demi pasaran dan dengan tujuan mencapai untung.

Namun setiap tesis memiliki kelemahan yang mengundang lahirnya antithesis baru, demikian pun ketika kapitalisme sebagai sintesis menjelma menjadi tesis. Kapitalisme memiliki beberapa kelamahan yang “mengundang” lahirnya tesis baru, yaitu sosialisme yang kemudian “digiring” Marx dalam melahirkan “komunisme”. Apakah kelamahan kapitalisme:

–          Lapisan tengah yang tidak memiliki modal seperti kaum tani dan borjuasi kecil makin lama makin menghilang, dan masyarakat akhirnya  terbagi menjadi dua kutub: (1) kaum kapitalis (pemilik modal) dan (2) kaum proletariat.

–          Karena persaingan antar kaum kapitalis, masing-masing kapiralis berjuang mati-matian untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin. Salah satu cara mendapatkan keuntungan adalah dengan menghisap kerja dari kaum buruh.

–          Situasi ini membuat kaum proletariat semakin menyadari nasibnya, dank arena ada banyak kaum proletariat maka mereka bersatu untuk melakukan revolusi terhadap kaum kapitalis. Dengan revolusinya, kaum proletariat mencopot hak milik kaum kapitalis  atas alat produksi dan menyerahkannya kepada seluruh masyarakat. Mereka merebut kekuasaan dan menciptakan diktatur proletariat. Inilah tahap Antitesis.

–          Namun ini tahap sementara, sejauh masih ada kekhawatiran terhadap bahaya sisa-sisa kapitalisme. Kalau bahaya itu sudah hilang, diktatur proletariat akan hilang dengan sendirinya. Dalam keadaan demikian mereka akan menciptakan system yang meniadakan system kapitalisme dengan menghapus system kelas. Inilah Sintesa yang melahirkan komunisme.

Iklan
Karl Marx dan Kapitalisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s