Mentalism Di Bumbui NLP

amsx2nywul

Pada seputaran tahun 70-80 an, sulap lebih banyak dikenal dan dilakukan dengan rutin-rutin yang khas. Salah satunya adalah seputar menghilangkan dan memunculkan benda di tangan, sehingga sejak itu sulap mendapat reputasi dipanggil dengan sleight of hand.

Tahukah Anda, saat ini sulap bahkan sudah memasuki era industri alat sulap. Dimana dulu alat sulap dibuat secara personal, kini sudah difabrikasi. Anda punya uang, sekarang mudah jadi pesulap. Bahkan anak umur 7 tahun bisa jadi pesulap terkenal, hanya dengan memiliki berbagai alat sulap yang terhitung baru, dan latihan tampil. Tidak seluruh sulap klasik membutuhkan kecepatan tangan lagi. Alat sulap sudah menggantikan banyak tugas pesulap, karena bisa bekerja secara rahasia, cerdik dan cepat.

Well, Anda pasti pernah dengar bahwa banyak sekali aliran sulap / magic: seperti klasik, mentalism, escapology, illusionist, bahkan sampai fakir magic. Semua aliran itu memiliki filosofi, gaya, teknik, rutin yang berbeda. Tulisan ini mengkhususkan diri membahas manfaat NLP dalam aliran mentalism magic.

Untuk penyederhanaan dari teori yang kompleks, maka aliran mentalism magic adalah bisa dikatakan sebagai cabang sulap yang menggunakan “kekuatan mental” untuk melakukan aktivitasnya. Misal, membaca pikiran, menggerakkan benda dengan pikiran, memasukkan kata ke dalam pikiran, dll. Di Indonesia, Deddy Corbuzier adalah dedengkotnya, bahkan bisa dikatakan bahwa ia yang mengangkat dunia sulap secara umum di Indonesia sehingga mendapatkan kelas yang lebih terhormat.

Nah bagaimana, NLP bisa membantu magician khususnya para mentalist untuk meningkatkan efek sulapnya Kali ini kita akan membahas mengenai sensory acuity (ketajaman indra) yang biasanya dipelajari dalam NLP Practitioner. Kita memiliki 5 indra eksternal, dan masing-masing memiliki ketajaman tertentu. Menggunakan NLP, kita bisa melatih menajamkan indra kita, sehingga bisa mensensor dari jarak yang cukup jauh.

Berikut adalah rutin sulap yang akan saya bahas di sini: Lanjutkan membaca “Mentalism Di Bumbui NLP”

Iklan
Mentalism Di Bumbui NLP

Benarkah Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ??

rilnxz6rtPada kali ini saya akan berceloteh tentang pendidikan. Sudah jadi kodrat makhluk hidup untuk melakukan pendidikan. Seperti pada suatu sore ketika saya sedang asik duduk di pinggir lapangan, karena kebetulan memang rumahku tepat berada di belakang gawang lapangan sepak bola di desaku. Waktu aku masih berusia sekitar 6 tahunan, sungguh masih berupa anak kecil yang polos.

“ Ayah, lihat ayam itu. Kenapa kelihatannya si induk sedang menyuruh anaknya untuk mematuk-matukkan kepalanya ke tanah ? “ seruku kepada Ayah yang duduk di sampingku. Karena waktu itu aku melihat pemandangan yang aneh tapi asik untuk diperhatikan, sang induk ayam mencakar-cakarkan kakinya di tanah dan diikuti gerakan mematuk-matuk. Setelah itu si induk melirik ke anak-anaknya seakan-akan berkata “ Ayo nak, sekarang giliranmu.“ Lanjutkan membaca “Benarkah Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ??”

Benarkah Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ??

Hidup Begitu-begitu Aja

Pernahkah terlintas dalam benak Anda, hidup Cuma begini-begini saja ? melakukan rutinitas yang diulang-ulang. Ketika jaman sekolah hidup mengulang-ulang rutinitas sekolah dan bermain, begitu pula ketika di kuliah. Kampus – organisasi (kalau ikutan) – Ngopi – kosan, begitu diulang-ulang hingga Anda mencapai titik kebosanan. Ketika sudah bekerja maupun berkeluarga tidak di pungkiri Anda akan mengalami proses kegiatan berulang-ulang pula. Entah anda memiliki kegiatan yang lain daripada orang lain jika anda melakukannya secara rutin anda akan mencapai titik kebosanan jua.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia tidak luput dari yang namanya kebosanan. Dan lebih parah lagi kebosanan berbanding lurus dengan ke-tidak bahagia-an. Oh, tentu saja anda tidak akan membaca ocehan saya tentang kebosanan yang benar-benar membosankan jika hal itu terjadi. Kita akan bersama-sama mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tapi juga akan timbul satu solusi yang akan membuat masalah kebosanan baru jika kita hanya memiliki satu solusi tersebut. Tentunya Anda tidak ingin hidup Anda seperti ini kan ? sepertinya semua orang hanya melakukan rutinitasnya sambil menunggu ajal menjemput.

Bahkan untuk seseorang yang punya mimpi dan ambisi, dia hanyalah seseorang yang menunggu ajal sambil mengejar-ngejar mimpinya. Coba bayangkan jika Anda mengejar kekayaan ataupun harta, jika sudah Anda mencapainya lalu apa ? bayangkan benar-benar anda sudah mencapainya ! Anda mau beli rumah mewah ? setelah punya rumah mewah dan Anda tinggali lalu apa ? menunggu mati di rumah itu ? Membeli mobil keren ? setelah Anda punya mau apa ? keliling ke tempat-tempat keren ? setelah semua tempat Anda kunjungi lalu apa ? tujuan hidup Anda apa ? mengejar sesuatu ? setelah Anda mencapainya lalu apa lagi ? pernah Anda memikirkan hal itu ? kebanyakan jika anda masih dalam proses mengejar anda akan menghabiskan waktu Anda dalam rutinitas mengejar. Itupun kalau Anda berhasil mencapainya, Anda akan dibingungkan kembali apa yang lantas Anda lakukan. Ternyata kebhagiaan memang Cuma sebentar saja. Jika Anda memahami apa yang saya katakan mungkin Anda akan segera berpikiran untuk menikmati setiap proses pengejaran Anda, tidak usah menunggu ketika mendapatkannya. Fakta pun dapat menunjukkan beberapa bukti bahwa lama pengejaran dan kepuasaan akan hasil lebih lama waktu mengejar sesuatu itu. Apakah Anda menginginkan kehidupan yang tersiksa lebih lama hanya untuk mencicipi kebahagian yang Cuma sebentar lewat ? Ah tentu saja saya cuma sekedar ngomong, tapi Lanjutkan membaca “Hidup Begitu-begitu Aja”

Hidup Begitu-begitu Aja

Sedang Penuh Tekanan? Cobalah Ini! -re

Ini tulisan dai Putu Yudiantara (http://putuyudiantara.com)

tips mengatasi tekanan, stress

Hidup adalah momen yang penuh dinamika, bahkan orang yang kelihatannya paling bahagia sekalipun pastinya memiliki dinamika yang beragam dalam kehidupannya, dan yang menjadi pembeda antara orang bahagia dengan orang yang hidupnya sengsara  sering kali bukan masalah yang dihadapinya, namun bagaimana mereka menghadapi masalah tersebut.

Cara kita bereaksi terhadap apa pun yang terjadi dalam kehidupan kitalah yang kemudian menentukan apa yang akan berikutnya terjadi. Jika anda menemui sebuah tantangan lalu cara anda bereaksi sangat destruktif, maka tentunya tantangan itu akan berubah menjadi masalah besar yang semakin rumit, dan sebaliknya saat anda bereaksi dengan cara-cara yang konstrukti, dengan memanfaatkan segala “bekal” yang telah tersimpan dalam diri kita, maka tantangan bias menjadi peluang.

“Ah, ngomong sih gampang, prakteknya yang susah!”, Mungkin ada diantara anda pembaca yang saya cintai yang berpikir seperti itu. Lanjutkan membaca “Sedang Penuh Tekanan? Cobalah Ini! -re”

Sedang Penuh Tekanan? Cobalah Ini! -re

Bagaimana Cara Menjadi “Pintar” Dalam Sekejap

” Imagination is more important than knowledge.” Albert Einstein

davinci-geniusDi dalam tulisan ini akan saya bongkar sebuah rahasia dari beberapa orang, yang sering dianggap pintar oleh orang lain. Mungkin setelah membaca judul dari tulisan ini, ekspektasi (harapan/ dugaan) anda adalah sebuah cara jenius untuk menjadi pintar dalam sekejap. Mungkin pula setelah membacanya anda akan kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasi tersebut. Tapi begitupun dapat saya jamin, Anda akan memperoleh sebuah cara paling mudah untuk menanamkan imajinasi kedalam orang-orang disekitar anda bahwa anda adalah orang pintar, atau bahkan jenius. Atau dengan kata lain, secara tidak disadari anda akan mampu menghipnotis Dosen anda, guru anda ataupun teman anda dengan sebuah sugesti bahwa ” Saya adalah orang pintar “

Pembaca : ” Ah, buat apa kalo cuma kelihatan pintar ? ”

Saya : ” Ya buat saya sangat penting, bukankah anda akan lebih mendengarkan (menjalankan) omongan orang yang anda anggap pintar ?  Seperti sebuah Buku, bukankah yang dilihat menarik tidaknya dari judul dan covernya terlebih dulu ? ”

Pembaca : ” Iya sih, tapi apakah tidak membuat kita menjadi sombong ? ”

Saya : ” Mau sombong atau tidak itukan terserah anda, bukan saya yang menentukan.”

Baiklah, itu sedikit gambarannya.  Dan satu lagi bahkan Einstein (ilmuan yang pernah menjabat sebagai orang terpintar/terjenius sedunia) -pun kelihatannya sepakat dengan saya Lanjutkan membaca “Bagaimana Cara Menjadi “Pintar” Dalam Sekejap”

Bagaimana Cara Menjadi “Pintar” Dalam Sekejap

Cara Mudah Merubah Diri Anda 180 Derajat

What ? merubah diri 180 derajat ? apa maksudnya ?

Pernahkah anda merasa diri anda bukanlah seperti yang anda inginkan. Contohnya anda ingin menjadi orang yang rajin, nah kenyataanya anda adalah orang yang super malas. Anda ingin sehat, tapi malas olahraga. Ingin kaya, tapi ketika kerja keras malah bikin stress dan akhirnya memilih kerja santai-santai. Anda ingin kurus, tapi kebiasaan ngemil enggak sanggup dihilangkan. Dan masih banyak lagi contoh yang dapat saya sebutkan, but that’s not important …

karena masalah yang akan kita bahas adalah bagaimana merubah orang yang benci banget dengan buku menjadi kutu buku alias orang yang ngefan banget sama buku. Dengan usaha yang sangat kecil seringan ngangkat semut …

serius ? aku berhenti baca deh, aku kan gak pengen jadi kutu buku.

haha, ya tentu saja enggak masalah jadi kutu buku aja, kalimat diatas cuma perumpamaan. intinya bagaimana caranya merubah diri kita yang saat ini bener-bener benci dengan apa yang kita inginkan. nah loh … benci dengan apa yang diinginkan … ckck

Ya, seperti yang saya contohkan diatas, baiklah kita lanjutkan … cara-cara di bawah ini sangat manjur, manjurnya karena mudahnya kita melakukannya … kalo yang ini enggak bercanda 😀 Lanjutkan membaca “Cara Mudah Merubah Diri Anda 180 Derajat”

Cara Mudah Merubah Diri Anda 180 Derajat

Memahami yang Milton Erickson Lakukan

reblogged from – http://www.adiwgunawan.com/

Milton Erickson adalah salah satu tokoh ternama dalam dunia hipnoterapi klinis. Erickson terkenal dengan kecermatan, kreativitas, dan keefektifan terapi yang ia lakukan. Satu hal menarik yang sangat tampak dalam berbagai kasus yang ia tangani yaitu Erickson menggunakan cara, pendekatan, atau teknik yang sangat unik. Sayangnya, ia tidak pernah secara khusus menulis atau membakukan berbagai teknik intervensi yang ia lakukan dan menjelaskan dengan detil dasar teori atau alasan di balik setiap teknik yang ia gunakan.

Bila dicermati dan didalami ternyata teknik yang Erickson gunakan punya pola konsisten. Apa yang dijelaskan di bawah ini adalah peta yang bisa digunakan untuk menentukan intervensi klinis pada masalah klien. Dengan menggunakan peta ini terapis akan mengerti mengapa Erickson melakukan apa yang ia lakukan.

Secara umum masalah meliputi 12 hal berikut ini. Bisa satu, dua, atau kombinasi dari beberapa faktor berikut ini:

Lanjutkan membaca “Memahami yang Milton Erickson Lakukan”

Memahami yang Milton Erickson Lakukan